Slide # 1

SEJARAH PADANG TIKAR

sejarah berdirinya padang tikar Read More

Slide # 2

BUDAYA PADANG TIKAR

macam macam budaya padang tikar Read More

Slide # 3

KULINER PADANG TIKAR

macam macam kuliner padang tikar Read More

Slide # 4

KHAS PADANG TIKAR

khas padang tikar Read More

Slide # 5

WISATA PADANG TIKAR

pantai padang tikar Read More

Sabtu, 03 Januari 2015

Hasil gambar untuk GAMBAR PADANG TIKAR

Harga Kopra Jatuh, Petani Jadi Nelayan

Diposting : adminfiranda • Kamis, 19 Apr 2013 01:08 • Dilihat 435


Pontianak. BCC. Kabupaten Kubu Raya, Kecamatan Batu Ampar Desa padang Tikar 2 merupakan salah satu wilayah penghasil kopra yang cukup besar, hampir semua penduduknya menggantungkan usaha kebun kelapa, namun hampir 2 tahun (Tahun 2011-2013) petani kelapa mengalami kerugian akibat turunnya harga jual kopra yang perkilonya Rp 3000, sebelumnya harga jual  perkilo dihargai Rp 5000 sampai Rp 6000.
Darman Tambi. Pemilik kebun kelapa di Desa Padang Tikar 2 mengatakan”,semenjak harga kopra turun telah membuat kerugian bagi kami pemilik kebun kelapa”,(19/4/2013).
Dijelaskannya,merosotnya harga jual kopra telah mengakibatkan banyak buah kelapa yang ditelantarkan, penghasilan dari penjualan kopra berkurang dan akibatnya masyarakat tidak dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari sebagaimana biasanya pada waktu harga kopra tidak merosot.
“Sekarang petani kelapa mencoba arternatif lain untuk mencari pendapatan dengan terjun kelaut menjadi nelayan”,ucap Darman.
Letak wilayah Desa Padang Tikar 2 berada di tepi laut, sehingga memungkinkan bagi masyarakat untuk mencari ikan dengan menggunakan perahu sampan, dimana dengan sampan jarak tempuh mereka tidak sampai tengah laut, hanya sebatas di tepian muara dan pesisir pantai.
Bahwa wilayah operasi nelayan yang tidak jauh tentu ikan yang didapat tidaklah sama dengan nelayan yang menggunakan kapal-kapal besar dimana daya tempuhnya sampai ketengah laut, tentu hasil tangkapan berupa ikan jumlahnya lebih banyak dan besar-besar.
“Karena wilayah tangkapan hanya di tepian pantai saja dimana ikan-ikan banyak berada di sekitar pohon bakau”,ucapnya lagi.
Diceritakan  Darman, sekarang hutan bakau yang ada di tepian pantai banyak yang rusak akibat penebangan bakau untuk dijual pada perusahaan pengolahan kayu bakau serta penebangan secara serampangan untuk membuat arang kayu tanpa memperdulikan fungsi dan peran bakau bagi ikan.
Harapan Darman kedepannya, semoga saja harga kopra akan naik lagi nilai jualnya tidak seperti saat ini, kemudian hutan-hutan bakau yang ada di wilayah pesisir dalam keadaan aman dengan tidak ada exploitasi yang merusak sehingga petani kelapa dan nelayan dapat menikmati peruntungan yang cukup untuk kebutuhan ekonomi masyarakat desa Padang Tikar 2.


Copyright © LPSAIR 2015 - Borneoclimatechange 

KAPAL EKSPRES LAYANI TRANSPORTASI AIR PADANG TIKAR

Sungai Raya, Kalbar, 9/9 - Camat Batu Ampar Syahril Nur mengharapkan proses pembangunan di Desa Padang Tikar bisa lebih cepat dilakukan setelah masuknya kapal ekspres di sana.
"Saat ini untuk mengakses ke Kecamatan Batu Ampar sudah bisa ditempuh dengan kapal ekspres dengan rute dermaga Tirta Ria Kecamatan Sungai Raya-Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar dengan waktu tempuh lima hingga enam jam. Selain itu, tarif angkutan itu juga tergolong murah, sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat," kata Syahril, di Sungai Raya, Jumat.
Menurutnya, untuk menaiki kapal ekspres tersebut masyarakat hanya membayar Rp35 ribu. Selain lebih menghemat biaya masyarakat untuk menuju ibu kota Kubu Raya dan Pontianak, keberadaan kapal ekspres tersebut dipastikan akan lebih membuka akses lebih cepat dari transportasi air lainnya.
"Maklum saja, selama ini untuk mencapai ibu kota KUbu Raya, yaitu Kecamatan Sungai Raya, masyarakat harus menggunakan kelotok dengan trayek Padang Tikar-Rasau Jaya-Sungai Raya yang selain membutuhkan waktu lama, juga biaya yang cukup besar. Dengan adanya kapal ekspres itu diharapkan bisa menghemat biaya dan transportasi masyarakat juga bisa lebih mudah," tuturnya.
Dia menjelaskan, untuk menuju ke Rasua Jaya juga bisa menggunakan speadboad, namun biayanya cukup mahal. Selain itu, sesampainya di Rasau jaya, masyarakat harue menggunakan ojek untuk menuju ke Sungai Raya dan membutuhkan waktu 45 menit hingga satu jam.
"Dengan adanya kapal ekspres itu yang apstinya, masyarakat sangat terbantu. Kami juga rdai peemrintah kecamatan, tentu menyambut baik hal itu karena secara otomatis juga akan berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat," tuturnya.
Syahril Nur menambahkan, untuk mendukung transportasi air di kecamatannya, saat ini pihaknya sedang mengajukan peningkatan dermaga Padang Tikar, mengingat kondisinya saat ini cukup memprihatinkan.
"Kalau musim air surut, untuk mencapai ke kelotok atau kapal ekpres tersebut masyarakat harus menggunakan sampan, karena kelotok dan kapal ekspres tidak bisa merapat ke dermaga, akibar airnya dangkal. Untuk itu tahun 2012 mendatang kita mengajukan peningkatan kualitas dermaga kepada Pemkab Kubu Raya, agar transportasi air di kecamatan kami bisa lebih baik dari saat ini," tuturnya.
Rencanya, panjang dermaga Padang Tikar itu akan diperpanjang menjadi 500 meter, sehingga tidak hanya kapal berukuran kecil yang bisa merapat, tetapi juga kapal berukuran sedang.
Dia menambahkan, selama ini Dermaga Padang Tikar selalu menjadi tempat transit bagi kapal dan masyarakat yang melewatinya. Sehingga dia merasa keberadaan dermaga tersebut menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi yang cukup berpengaruh di Batu Ampar.
"Disana juga terdapat pusat perdagangan yang selalu ramai setiap harinya, sehingga sudah sepatutnya dermaga tersbeut kualitasnya kita tingkatkan," kata Syahtil.(Rendra)

No comments:

Jumat, 02 Januari 2015

MINGGU, 22 DESEMBER 2013

Sejarah Desa Padang Tikar

SEJARAH PEMBUKAAN PULAU PADANG TIKAR

Tanjung Padang Tikar dibuka Tahun Seribu Tujuh Ratus Delapan Puluh (1780), oleh seorang bernama PAK UDE MUSE KETURUNAN Bugis Melayu Deli. Padang Tikar awalnya disebut Tanjung Belimbing, karena ada pohon belimbing di Tanjung itu dan diselah timurnya ada tiga buah sungai yaitu Sungai Bentang, Sungai Lundu dan Sungai Teluk Nipah. Setelah Pak Ude Muse sedang mengusahakan rimbanya datanglah orang beramai – ramai pakai perahu layar besar dan kecil dari Daerah Ketapang membawa tikar dan padi untuk membentang tikar untuk menjemur padi di Tanjung Belimbing itu. Inilah sejarah mengapa orang jauh – jauh dari Ketapang sampai menumpang menjemur padi disitu, karena didaerah sebelah beratnya dilindungi oleh satu pohon Kedondong yang hidup disebelah utaranya cukup besar dan tingginya menyapu awan, maka orang – orang itu menumpang jemur padi membentang tikar begitu banyak dan oleh sebab itulah Tanjung Belimbing disebut juga Tanjung Padang Tikar. Namun pekerjaan Pak Ude Muse tetap jalan merimba hutan dan juga menanam pohon kelapa disamping itu ada juga menanam pohon pinang diselah pantai utaranya maka maka disebutlah Tanjuung Pinang Seribu dan disamping itu pula Pak Ude Muse sambil berusaha nelayan pantai untuk kehidupan sehari – hari sehingga kehidupannya bertahan, setelah beberapa tahun kemudian Pak Ude Muse mendapat seorang menantu laki –laki bernama Abdul Syukur dari Malaysia, bekerja mengikut mertuanya Pak Ude Muse, setelah beberapa tahun kemudian ada lagi seseorang ingin mengikuti Pak Ude Muse yaitu turunan Cina / Dayak bernama Ucok, masuk Agama Islam dan dijadikanlah anak angkat oleh Pak Ude Muse. Setelah beberapa tahun kemudian datanglah seorang Bajak Laut yang bernama Panglima Lanon memakai perahu layar dan bersembunyi di Sungai Teluk Nipah dan kerja mengintai orang untuk ditangkap yang akan dibawa ke Pulau Belanggang untuk diadu kekuatannya ditinjau disatu buah gunung yang tidak jauh dari gunung Teluk Air, maka disitu disebutlah Pulau Belanggang  dan Gunung Peninjau.
Tidak lama kemudian Pak Ude Muse meninggal dunia dan dimakamkan dekat Sungai Lundu yang letak makamnya tidak mdiketahui sampai sekarang dan pada saat itupula ada sebuah perahu layar yang berlabuh di Teluk Kelapa Muara Kubu yaitu tiga orang bersaudara dengan membawa keluarga dan juga membawa pukat siak, masing – masing bernama Lebai Mamat, Lebai Samat dan Lebai Yasin dan ingin menuju kelaut pantai Padang Tikar, tidak berapa lama perahu tersebut tiba dilaut Pantai Padang tikar (Laut Kota Laya) dan lansung mereka mendirikan sebuah bagan tempat usaha pukat siak, setelah beberapa tahun kemudian anak Lebai Mamat bernama Pak Neskarye bergabung dengan Abdul Syukur menantu Pak Ude Muse untuk meneruskan merimba hutan tersebut dengan membuat jalan ditepi pantai Tanjung Padang Tikar yang sekarang sudah jauh terjun kelautan, sebenarnya cita – cita mereka ingin meneruskan jalan itu menuju keTanjung Api – Api tapi gagal karena Panglima Lanon kembali ganas.

Sebagaimana kebijakan oleh keluarga atau penduduk yang sedikit itu nekat sehingga Panglima Lanon mati terbunuholeh orang tersebut dan dimakamkan ditepi Sungai Teluk Nipah, maka Sungai itu beralih nama menjadi Sungai Panglima dan pada saat itu pula Lebai Mamat meniggalkan Padang Tikar pindah ke Daerah Ketapang di Pulau Tutek, berusahalah dia disana dan anaknya Pak Neskerye pindah ke Pontianak sedangkan Lebai Samat masih menetap di Padang Tikar dan meninggal didaerah Kubu dan Lebai Yasin juga pindah ke Kapuas Hulu dan meninggal disana, setelah itu meniggallah Ucok anak angkat Pak Ude Muse didalam rumput yang sudah dikerumuni lalat dan dikuburkan didekat Sungai Lundu tidak jauh dari makam bapak angkatnya yang sekarang disebut makam Pak Lalat. Setelah beberapa tahun kemudian datanglah penduduk dari dua suku yaitu suku Banjar dan Suku Seh atau Tuan – Tuan dalam hal itu diadakanlah kerajaan dibawah kerajaan Kubu yang menjalankan Pemerintahan Belanda yang bernama Syarif Mustafa karena pemerintahannya sangat merajalela sehingga kerajaan tersebut mati terbunuh oleh orang kampung dan dimakamkan ditepi  pantai yang  disebut Pantai Gang Kupang, Tidak lama beberapa tahun kemudian bergantilah wakil kerajaan yaitu Syarif Husin, karena perintahannya bermasyarakat sehingga meninggalnya kerena ajal yang makamnya ada di Dusun Panglima dibangun oleh Pemerintahan sekarang. Pada akhir abad ke Tujuh Belas (17) orang – orang melansungkan merimba Pulau Padang Tikar menuju keselatan pantai barat dan hutan sebelah timur terdiri dari tiga suku yaitu Bugis, Melayu dan Cina selatannya Kota Laya, Parit Timur, Teluk Dungun atau Tasik Malaya, Sungai Besar, Sungai Jawi, Sungai Lalau, Sungai Paktikam atau Amberawa dan Tanjung Api – Api Selatseh atau Tanjung Harapan dan timurnya Medan Seri, dan Medan Deli, Sungai Mesjid, Nipah Panjang, Suka Maju, Sungai Pandan, Sungai Terumbuk, Teluk Nibung, Sungai Jeruju dan Batu Ampar. Pada pertengahan abad ke Delapan Belas (18) diadakanlah ketua Kampung di Padang Tikar, yang pertama seorang bernama Abu Bakar seorang Panggawa dan setelah beberapa tahun kemudian berganti pula dengan Daeng Acong Kubek dan tidak berapa lama kemudian digantikan oleh Said Hamid pada saat itu pula dibentuk Kepala Kampung yang dijabati oleh M. Ali Bujang yang cukup lama sampai akhir tahun 1990, setelah itu digantikan oleh anaknya bernama A. Kadir M.  Ali.
Inilah silsilah asal usul pembukaan Tanjung Pulau Padang Tikar yang bersejarah riwayat cerita orang – orang yang telah meninggal dunia, sejarah disalin sesuai dengan catatan dan dibenarkan oleh beberapa orang tua yang masih hidup hingga sekarang, serta ditanda tangani oleh anak cucu dari mantan Panggawa dan mantan Kepala Kampung almarhum diatas.







Sejarah ini disusun dan disalin oleh seseorang yang bertanda tangan dibawah ini
Padang Tikar, 22 Nopember 2008
Penemuan dan Peneliti Sejarah
Badron Husin
Cucu dari Panggawa almarhum A. Bakar                   Cucu dari Lebai Mamat
Awaludin Senoh                                   Anwar Manaf

Cucu dari Panggawa almarhum Daeng Acong Kubek              Membenarkan Sejarah


Anton Mustafa                                                      Bunsu Bujang

Anakda Kepala Kampung M. Ali Bujang
 MENGETAHUI
Kepala Desa Padang Tikar Satu
                                                  Kadir M. Ali

Heri Sapiandy





Senin, 24 November 2014

story arief mahapati di buat sebagai pembelajaran untuk pribadi dan untuk semua yang ingin bergabung di story arief mahapati.di dalam story arief mahapati sudah pasti memberikan kemudahan dan pemahaman tentang pembuatan dan pemahaman pembelajaran serta pemanfaatan blogger bagi semua yang ingin mempelajari dan mengetahuinya.